Seorang dia dalam mimpi
Yang tersenyum menungguku terjaga
Seorang dia yang tak mengusikku saat terlelap
Atau merayu ketika mataku terbuka
Seorang dia yang cemburu pada bantal dan selimutku
Namun malu-malu, Yakin aku karena dia lugu
Seorang dia yang iri pada mentari katanya
Karena menjemputku pada waktu yang membawaku pergi
Di alam mimpiku
Dia tak mengalir dalam langkah yang kutempuh
Namun tidak diam hanya melihatku
Seorang dia dan aku.. Hanya bertemu ketika mentari lelah dan bulan menyerahkan waktuya
Seorang dia yang menerimaku apa adanya
Mencintaiku tanpa alasan entah mengapa
Memberikan nalar pikiran yang abstrak
Menerima logikaku yang terkadang membuatku muak
Seorang dia dulu pernah ada tidak dalam imajinasi belaka
Ketika mentari kami tak satu waktu lagi dan bulan tak kami lihat bersamaan, aku pergi
Karena seorang dia memiliki waktunya yang tidak ia sadari da aku memiliki waktuku tanpa toleransi
Seorang dia tak akan kembali lagi dalam mimpiku malam ini
Mimpi seorang aku yang tak menikmati mimpi-mimpi malam hari
