sayapbarat

Archive for the ‘my mind’ Category

Karena kau Adalah Kuncinya

In my mind on March 17, 2008 at 9:11 pm

regret1.jpg

kini aku sedikit memahami…

mengapa hanya kekurangan yang kulihat dari mereka,

selalu kesalahan yang tidak sengaja kuintai dari tingkah mereka.

kini sedikit aku mulai menyadari…

mengapa aku tidak pernah merasa cukup  dicintai,

mengapa aku tak puas dikasihi.

karena ada sesuatu yang tidak dapat terbuka,

sesuatu yang tertutup terlalu rapat, dan bahkan tidak sanggup kubuka
sesuatu itu tdak akan pernah terbuka

aku telah kehilangan kuncinya…

karena kaulah  kunci yang dapat membuka apa yang tidak akan pernah dapat mereka buka

Seorang Wanita Yang Mencintai Masa Lalu

In my mind on March 17, 2008 at 6:41 pm

fear_and_regret_by_deathtopanic.jpg

Kemarin aku baca tulisan seseorang yang sedang dengan bodohnya mencintai masa lalu..
Ya, masa lalu. can u imagine that?

seorang wanita yang mencintai orang yang sudah tidak dilihatnya selama 6 tahun
seorang wanita yang mencoba membayangkan seperti apa “dia” sekarang. Menampilkan semua kenangan yang pernah terlewat,dan membayangkan bila dia ada di sampingnya.

Mencintai setiap cerita yang telah kadaluarsa. Setiap sosoknya yang mungkin tidak lagi sama. Setiap tingkah lakunya sudah berbeda pastinya. Kebiasaannya pastikah masih ada?

Wanita yang masih menanyakan apakah pria yang dicintainya akan mencoba terus melarangnya minum kopi. Mengajaknya ke pantai karena tidak mungkin ke gunung karena si pria takut ketingian. Hei… bukankah si pria waktu itu pernah menolong wanitanya saat terjatuh dari papan loncat indah di tingkat yang paling tinggi? Sangat manis bukan? Akankah tetap seperti itu saat nanti mereka  beremu lagi?

cerita yang sangat manis… Mungkin karena mereka bertemu terlalu muda mereka berpisah. Si pria harus meneruskan jalannya yang sempat terhenti karena mencintai wanita. Dan si wanita akan terus berjalan di jalannya yang tak pernah ia tinggalkan dan tidak pernah bisa ia hentikan. Mereka berjanji, jika tidak lagi saling mencintai, mereka akan bertemu lagi.

Sudah bertemu kembalikah mereka?
Sampai kubaca cerita ini mereka belum bertemu lagi.
Wanita itu masih mencintainya walau sudah melanjutkan hidupnya. Membayangkan genggaman hangatnya walau tidak lagi oleh tangan yang sama.
Tangannya membelai rambut -rambut hitam walau hanya rambut pirang si pria yang ada di hatinya. Menatap mata hitam walau biru jernih yang diharapkannya

Seorang wanita bodoh yang jatuh cinta pada masa lalu dan sosok yang dibuat oleh masa lalu…
Seorang wanita yang tidak mencintai sosok-sosok dalam nyata dunianya..
Seorang wanita bernama AKU…

Seorang Dia

In my mind on March 17, 2008 at 5:25 pm

dusktildawn1.jpg

Seorang dia dalam mimpi

Yang tersenyum menungguku terjaga

Seorang dia yang tak mengusikku saat terlelap

Atau merayu ketika mataku terbuka

Seorang dia yang cemburu pada bantal dan selimutku

Namun malu-malu, Yakin aku karena dia lugu

Seorang dia yang iri pada mentari katanya

Karena menjemputku pada waktu yang membawaku pergi

Di alam mimpiku

Dia tak mengalir dalam langkah yang kutempuh

Namun tidak diam hanya melihatku

Seorang dia dan aku.. Hanya bertemu ketika mentari lelah dan bulan menyerahkan waktuya

Seorang dia yang menerimaku apa adanya

Mencintaiku tanpa alasan entah mengapa

Memberikan nalar pikiran yang abstrak

Menerima logikaku yang terkadang membuatku muak


Seorang dia dulu pernah ada tidak dalam imajinasi belaka

Ketika mentari kami tak satu waktu lagi dan bulan tak kami lihat bersamaan, aku pergi

Karena seorang dia memiliki waktunya yang tidak ia sadari da aku memiliki waktuku tanpa toleransi

Seorang dia tak akan kembali lagi dalam mimpiku malam ini

Mimpi seorang aku yang tak menikmati mimpi-mimpi malam hari

Sebuah ketidaklogisan

In my mind on March 17, 2008 at 4:15 pm

 

regret.jpg

Sebuah ketidaklogisan itu bernama penyesalan..

Nalar ini tidak pernah menyetujuinya, logika ini lantang menentangnya

Kita tidak dapat menempuh dunia paralel, bukan ?

Lalu mengapa kita berpikir apa yang tidak kita jalankan lebih baik dari yang sedang kita jalankan?

Asumsikah?

 

TIDAK… aku bahkan tidak berpikir sama sekali..

Logikaku tumpul untuk pertama kali.

Jujur… aku terlalu munafik untuk mengatakannya..

Mengatakan bahwa aku menyesal…

Atas ketidaklogisan yang tidak masuk akal…