sayapbarat

Archive for the ‘our story’ Category

Do You Remember… Bacause I Do…

In our story on March 18, 2008 at 8:28 am
mohammedsami11.jpe

I remember when you said I love you
I remember when I said yeah me too

I remember when you said love me
I remember when you carved our names in that old oak tree

I remember our first kiss
and I ignored the fact that you missed

I remember when you said together…always
I remember when I stood in front of you dazzled and amazed

I remember the sparkle in your eyes and
I remember the tears you made me cry

I remember when I could never be truly honest with you
I remember me packing, and you asking is there anything that I can do

I remember when I looked into your eyes and
I remember when we said our goodbyes

I FORGIVE U…

In our story on March 17, 2008 at 9:48 pm

451873vur2no34xk.jpg

I forgive u…

Sebuah kata terindah yang pernah kau ucapkan. lalu tanganmu mendarat di kepalaku  yang kau usap perlahan. Sebuah kelembutan yang kurasakan ketika kau mengusap perlahan butir air di bawah mataku. kau tersenyum, sangat pelan…berusaha menenangkanku, walau kutahu kau berusaha keras menenangkan dirimu.

Kesalahan itu terasa perih ketika  mata biru itu tak sanggup lagi menampung air mata. namun kau tetap tersenyum, tersenyum sangat pelan. “I forgive u, can u smile for me? I feel hurt not because u hurting me, but because of i see u crying.” Perlahan kau memelukku yang rapuh dengan seutuhnya kepercayaan. Dan mencium tanganku dengan sepenuhnya kesetiaan.

Andaikan kau tahu betapa menyesalnya aku akan sebuah pengkhiatan. Pengkhianatan ini ternyata untuk diriku sediri. Akulah pengkhianatnya, namun akulah korban terbesarnya.  Aku bahkan belum sempat mengusap mata indah  yang penuh airmata itu.  Aku  belum sanggup mencium  tanganmu  yang dengan sigap mejagaku.

I FORGIVE U….

Tapi aku tidak dapat memaafkan diriku sendiri. Yang pengecut akan kesendirian. Sebuah jiwa muda yang begitu rapuh. Apakah  kita bertemu terlalu muda?  Sehingga kepercayaan belum terbangun seutuhnya.

kau tetap disampingku, menjagaku tidur terlelap yang  lelah menangis dan menyesal. Sambil memegang tangankudan kemudian perlahan wajahmu mendekati wajahku ” I never left u behind , dont be afraid ,you can  proof that i will still here”. Diat tidak pergi, dia tetap menjagaku di sisi tidurku.

Saat itu, 6 tahun lalu… aku tetap tidak bisa tidur. Kita tidak dapat tertidur walau mata ini telah lelah terpejam. Namun hanya terpejam. …

saat ini, 6 tahun setelahnya… aku juga tidak dapat memejamkan mata. mengingat kembali terjagaku 6 tahun lalu… berharap aku dapat tidur saat itu, agar aku dapat tidur saat ini.